Lompat ke Konten Utama

Mantan Bupati Aceh Jaya Dua Periode, Azhar Abdurrahman Terima Penghormatan sebagai Perintis Pembangunan Daerah

Pewarta Redaksi
Azhar Abdurrahman menerima penghormatan sebagai Perintis Pembangunan Daerah dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.
Azhar Abdurrahman menerima penghormatan sebagai Perintis Pembangunan Daerah dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.

Banda Aceh – Mantan Bupati Aceh Jaya dua periode, Ir. H. Azhar Abdurrahman, mendapat penghormatan sebagai Perintis Pembangunan Daerah dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Aceh.

Penghormatan tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (17/8/2026). Dalam kegiatan itu, Pemerintah Aceh memberikan cenderamata atau souvenir (Bungong Jaroe) secara simbolis kepada keluarga pahlawan dan perintis, perintis pembangunan daerah, veteran atau warakawuri, serta purnawirawan.

Bagi Azhar, penghormatan tersebut menjadi apresiasi terhadap perjalanan pembangunan Aceh Jaya, khususnya dalam melewati masa pemulihan setelah konflik dan bencana tsunami.

Azhar tercatat memimpin Aceh Jaya selama dua periode, yakni 2007–2012 dan 2012–2017. Masa tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan daerah dalam memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus membangun kembali berbagai sektor setelah konflik dan tsunami.

Sebelum memimpin pemerintahan daerah, Azhar juga pernah tercatat sebagai Sekretaris GAM Wilayah Meureuhom Daya pada 2003–2005.

Azhar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas penghormatan yang diberikan. Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Aceh Jaya yang selama ini ikut mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Aceh atas penghormatan ini. Terima kasih juga kepada seluruh lapisan masyarakat Aceh Jaya yang selama ini telah bersama-sama membangun daerah, terutama dalam melewati masa pascakonflik dan pascatsunami,” ujar Azhar melalui sambungan telepon seluler.

Menurut Azhar, membangun Aceh Jaya selama 10 tahun kepemimpinannya bukan perkara mudah. Pemerintah daerah ketika itu masih menghadapi berbagai persoalan yang ditinggalkan oleh konflik dan bencana tsunami.

Ia mengatakan pembangunan tidak hanya diarahkan pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga menyangkut upaya mengembalikan kehidupan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan setelah melewati masa konflik dan tsunami.

“Selama 10 tahun saya memimpin Aceh Jaya, tentu banyak hal yang menjadi perhatian dan penilaian masyarakat. Apa yang kami lakukan saat itu merupakan bagian dari proses membangun Aceh Jaya setelah konflik dan tsunami. Semua itu tidak mungkin dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kebersamaan seluruh masyarakat,” katanya.

Azhar menilai berbagai capaian pembangunan selama masa pemerintahannya merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah, masyarakat, jajaran aparatur, serta berbagai pihak lainnya memiliki kontribusi dalam proses pembangunan Aceh Jaya.

“Apa yang telah dilakukan pada masa itu bukan hasil kerja saya sendiri. Ada masyarakat, jajaran pemerintahan dan banyak pihak yang bersama-sama membangun Aceh Jaya. Karena itu, penghormatan ini juga saya maknai sebagai penghormatan kepada semua yang telah ikut berbuat untuk daerah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh Jaya atas dukungan yang diberikan selama dirinya memimpin daerah tersebut.

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Aceh Jaya. Dukungan masyarakat menjadi bagian yang sangat penting dalam perjalanan pembangunan Aceh Jaya,” tutupnya.

Bagikan Laporan: